Diposkan pada KUTIPAN BUKU

Kutipan Favorit dari Mark Manson “SEBUAH SENI UNTUK BERSIKAP BODO AMAT”

Ketika anda memperhatikan setiap orang dan setiap hal…, bahwa semuanya harus sama persis dengan apa yang anda inginkan. ini sebuah penyakit. Dan ini akan menelan anda hidup-hidup. Anda akan melihat setiap kesulitan sebagai suatu ketidakadilan, setiap tantangan adalah sebuah kegagalan, setiap keidaknyamanan terasa jadi masalah pribadi, setiap perbedaan pendapat sebagai sebuah penghianatan. Anda akan terpenjara dalam kepicikan anda sendiri, neraka pikiran anda sendiri, hangus oleh amuk amarah, lingkaran setan anda sendiri, dalam gerak konstan yang tidak ada ujungnya. (15-16)

Lanjutkan membaca “Kutipan Favorit dari Mark Manson “SEBUAH SENI UNTUK BERSIKAP BODO AMAT””

Diposkan pada Resensi

Membaca Norwegian Wood Karya Haruki Murakami

Judul               : Norwegian Wood

Penulis             : Haruki Murakami

Penerbit           : KPG

Tahun terbit    : Cetak kesepuluh, April 2018

Halaman          : 426 hlm,; 1,5 cm x 20 cm

”Yang kucari hanyalah bisa bersikap egois…Misalnya sekarang aku ingin berkata begini ‘Aku ingin makan sepotong kue stroberi.’ Dan kamu…berlari pergi untuk membeli kue itu. Lalu ketika kembali dengan nafas tersenggal-senggal, kamu berkata sambil menyodorkan kue itu, ‘Ini Midori, kue stroberinya sudah aku beli.’ Tetapi aku berkata, ‘Huh…, aku jadi tak ingin makan kue seperti ini, lalu membuangnya dari jendela…setelah diperlakukan seperti itu, aku akan mencintainya    dengan setimpal. ..”             

“Rasanya itu seperti cerita yang betul-betul absurb ya?”

                        ….

            (Norwegian Wood, 114)

Lanjutkan membaca “Membaca Norwegian Wood Karya Haruki Murakami”

Diposkan pada Resensi

Apresiasi Pertunjukan Teater “Nyi Panggung” oleh Teater Lingkar Semarang

Judul                           : Nyi Panggung

Naskah                       : Eko Tunas

Sutradara                   : Kang Roso

Pimpinan Produksi  : Budi Bobo

Tokoh                          : – Nyi Panggung (Penjual Makanan samping gedung teater)

  • Jambrut (Pembantu pemilik teater)
  • Painem (penjaga loket teater)
  • Pemeran Roro Jongrang
  • Pemeran Bandung Bondowoso
  • Pak Eko (Pemilik pertunjukkan teater)
  • dll

Lanjutkan membaca “Apresiasi Pertunjukan Teater “Nyi Panggung” oleh Teater Lingkar Semarang”

Diposkan pada cerpen, Prosa

Barn Burning, oleh Haruki Murakami

Barn Burning, Haruki Murakami
(Pembakaran Gudang*)

https://drive.google.com/file/d/1ix9x4-CqPNmg2balFhDaedU8o8kyqO5W/view?usp=drivesdk

 

Aku bertemu dengan wanita ini sekitar 3 tahun lalu pada salah satu pesta pernikahan temanku, di sini, di Tokyo, kita akhirnya mengenal satu sama lain. Jarak usia kami begitu jauh, dia berusia 20 tahunan sedang aku 31 tahun. Sebenarnya, umur tidak menjadi masalah besar untukku. Ada banyak hal lain yang aku khawatirkan daripada sekadar urusan umur. Lagipula, aku adalah pria yang sudah menikah, meski statusku nampak tidak begitu menganggunya.

Lanjutkan membaca “Barn Burning, oleh Haruki Murakami”

Diposkan pada Puisi

Hari Ini

Apa yang orang biasa lakukan ketika jantung mereka berdebar tak berarah dan berlebihan? Mungkin bagaimana kabarmu untuk hari ini cenderung buruburu.

Aku tak ingin waktu cepat berlalu, aku ingin aku batu, pelanpelan aku berabu dan terbang. Aku berlebihan suka suaramu, jenis dusta paling kutunggu. Tunggu dulu,

Kekasihmu menunggumu di ujung buku. Sampai ku harap aku menemukan ujungku sendiri. Tak akan terjadi bila aku tak begitu menyukaimu, jenis patah hati paling menyenangkan.

Kamu tahu bagaimana perasaan orang merindu? Begitu banyak metafora. Aku hanya ingin mendengar apa aku keterlaluan? Aku sering menulismu pada bukuku.

Bagaimana aku menyelesaikan mimpiku, ku rasa tak perlu dulu, hari ini .


Lanjutkan membaca “Hari Ini”

Diposkan pada Prosa, Resensi

(Resensi) Membaca Cinta Tak Pernah Tepat Waktu Karya Puthut EA

Judul : Cinta Tak Pernah Tepat Waktu
Penulis : Puthut EA
Penerbit : Mojok
Tahun terbit : 2018, Cetakan ke tujuh, Januari 2018
Halaman : vi + 256

‘’Aku tak ingin cinta sejati. Tapi biarkan aku mencicipi cinta yang hanya bukan sesaat. Biarkan aku berjuang dan bertahan di sana. Biarkan aku tersiksa untuk terus belajar bersetia. Aku rela tenggelam di sana, sebagaimana segelintir orang yang beruntung mendapatkannya.’’

Lanjutkan membaca “(Resensi) Membaca Cinta Tak Pernah Tepat Waktu Karya Puthut EA”